Rabu, 25 April 2012

Masa Lalu

setidaknya aku masih di sini
setidaknya aku masih dapat bernafas
di atas puing-puing reruntuhan hati yang tlah pecah
terseok-seok terbawa air dan angin
mengikuti mereka tanpa pandangan
hingga aku berhenti di suatu tempat
tempat yang indah, sebuah taman bunga
aku melihat sejauh mana aku tlah pergi
pandangku selalu sama
di ujung hamparan bunga selalu ada padang gersang nan panas
aku masih ingin melihatnya
walaupun padang itu tlah menutup dan merusak hamparan bunga-bunga segar
apa daya, aku tak bisa jauh melangkah
satu dua tiga langkah terhenti
lagi-lagi menoleh ke belakang
berjalan lagi....
dan menoleh lagi...
dan yang terjadi, aku takkan pernah terlepas
aku ingin kembali pada padang gersang itu...
aku masih ingin menyiraminya dengan air cinta
berusaha dan terus mencoba menanam bibit cinta di tanah gersang...
padahal aku tahu padang itu takkan berubah menjadi taman bunga,
aku hanya bisa menunggu keajaiban...
yang selalu kunanti demi keyakinan ini....

Kamis, 05 April 2012

Nyanyian Pilu


Kata manis terucap mengalun dengan indah....
Menembus hati manusia....
Terdengar merdu di telinga para hawa....
Nyanyian yang meluluhkan...
Sayup-sayup terdengar mengerikan....
Takut akan kata-kata sayang...
Takut akan kata-kata rindu....
Namun,
Melemahkan hati para hawa....
Mengalun tenang bagai  butiran embun, menyejukkan...
Berkumandang mesra, penuh makna.....
Nyanyian cinta itu...
Dekat...semakin dekat....dan...
Menusuk kalbu....
Hilang akal sehat....

Dan tiba-tiba...
Menusuk!
Menohok penuh kejam!
Sakit....sakit...dan sakit....!
Tak punya perasaan...!
Bodoh....!
Tak tahu diri...!
Mengusik kembali sisa-sisa luka masa lalu....
Menorehkan kecewa...
Membasahi  pipi, menetes tanpa dosa...
Hanya karena seorang adam...
Bodoh...
Pecundang....
Nyanyian itu berubah menjadi suara memilukan...
Menjerit....
Meraung....
Melawan...
Tak ada daya, upaya, dan smua tlah sia-sia....