Rabu, 04 Februari 2015

Bersyukur itu lebih baik



Usaha memang tak pernah menghianati kita, tapi kadang usaha membuat kita untuk menunggu sedikit lebih lama demi melihat sesuatu yang lebih indah. Terkadang usaha dan doa kita lebih tinggi daripada orang lain, tapi orang lain mendapatkan jauh lebih baik daripada kita. Kekecewaan itu selalu ada, saat kita berusaha lebih keras dan lebih baik tapi hasil berkata lain. Ada saat dimana kita melalui kesulitan lebih banyak dan kesakitan yang juga lebih menyakitkan tapi orang lain mendapatkan kemudahan untuk mencapai kesuksesan, maka ada rasa sakit dan kecewa yang kita rasakan. Mungkin ini hanya sedikit rasa pembelaan terhadap diri yang tak mampu menjadi lebih dibandingkan orang lain, tapi disinilah rasa kekecewaan itu benar-benar tertuang amat dalam. Sebuah usaha yang telah dilakukan jauh keras dan lebih tekun dengan doa yang juga selalu dipanjatkan, tapi hasilnya tak sesuai dengan semua itu akan melahirkan rasa ini dan sakit yang amat dalam. Aku bahkan merasa sombong dengan mengatakan bahwa aku telah berusaha dan berdoa setiap saat, mungkin di mataMu aku belum sebaik itu, mungkin juga saat aku berusaha keras pada saat yang sama orang lain pun berusaha lebih keras daripada aku, mungkin saat aku berdoa di waktu-waktu tertentu yang sangat jarang orang berdoa padaNya mungkin juga pada saat itu orang lain juga berdoa lebih khusyuk daripada aku. Setidaknya pikiran-pikiran itu membantuku berpikir lebih bijak dan positif. Mungkin sekiranya hanya itulah yang terbaik saat ini dariNya yang pantas untukku. Mungkin di masa depan aku akan diberikan hasil dan kemudahan yang jauh lebih baik daripada orang lain. Ini saja sebuah opini bagi orang yang terlalu iri dengan kemudahan dan keberhasilan orang lain, juga opini bagi orang yang sombong yang merasa bahwa dirinya sudah berusaha dan berdoa lebih baik dari siapapun, tapi apapun itu inilah kenyataannya. Aku.
Bersukur itu jauh lebih baik diatas segalanya. Seorang kawan berkata "Jangan membanding-bandingkan hasil usahamu dengan usaha orang lain, setiap orang memiliki porsinya masing-masing. Jangan redupkan usahamu, tapi sulutkan semangatmu untuk berusaha lebih dari pada kemarin" thanks to Allan Alutfi sudah mau berbagi pencerahan dan cukup menghibur :)

Senin, 19 Januari 2015

Love At First Sight

Pernah gak ngrasa canggung, deg-degan, bingung, gemetar saat ketemu sama seseorang yang pada pandangan pertama saja udah ngasih efek positif dan menarik menurut kita?
Padahal kita baru beberapa kali ketemu orang tersebut. Pada pertemuan pertama masih biasa saja, pertemuan kedua udah ada keinginan untuk bisa dekat dengannya dan pada pertemuan ketiga, bener-bener ngrasa nyaman sama orang itu dan bener-bener pengen deket sama orang itu.
Hari spesial itu mungkin gak datang dua kali, saat kita diberi kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan orang tersebut walaupun status kita hanya "teman", tapi kita ngrasa nyaman dan cocok, gak bisa diungkapkan sama kata-kata tentang kebahagiaan kita :)
Thanks for today, someone, semoga cerita kita gak cuma sampai disini yaa :)

Senin, 17 November 2014

My Family



Aku semakin tersadar perbedaan bukanlah sesuatu hal yang buruk, perbedaan memberikan ciri khas tersendiri dan membuat sesuatunya lebih berwarna.
Aku sadar keluargaku berbeda dengan keluarga teman-temanku, tapi aku bangga memiliki keluarga seperti itu. Mungkin aku sering membandingkan keluargaku dan keluarga temanku, aku malah tidak bangga dengan keluargaku sendiri. Harusnya aku bersyukur masih memiliki keluarga yang lengkap seperti bapak, ibu dan kakakku. Walau bagaimanapun keadaan dan kondisinya, mereka tetaplah keluargaku.
Mungkin keluargaku tidak se have fun keluarga lainnya, keluargaku monoton dan cenderung pasif, tapi itulah keluargaku. Tempat dimana aku belajar banyak ilmu tentang kehidupan. Dengan keluarga yang seperti itu sejak kecil aku ditempa dengan berbagai ilmu tentang kehidupan. Aku bersyukur memiliki keluarga seperti mereka. Aku merasa idup keluargaku teratur dan tidak keluar dari jalurnya.
Mungkin keluargaku terlhat pasif, memang benar keluargaku pasif. Tapi kini aku belajar, belajar menghidupkan suasana. Dan aku tahu ada saat dimana kita tertawa bersama walaupun hanya sebentar.




                                                                             Source: www.google.com

Mungkin keluargaku tidak tahu banyak tentang dunia luar, tentang musik, film dan sebagainya dan itu membuatku menjadi orang yang “kudet”, tapi aku harus menerima bahwasannya tidak semua orang menyukai hal-hal itu. Mungkin keluargaku menyerahkan sesuatunya kepadaku dan kakakku untuk memilih apa yang terbaik bagi diri kami.
Keluargaku tak pernah menuntutku apa-apa, bahkan mereka cenderung cuek dengan pendidikan, memang orang tuaku sangat mementingkan pendidikan tapi mereka tak pernah memaksaku untuk selalu jadi yang terbaik, mereka membiarkan aku berusaha dan mengurusi diriku sendiri, aku dibiarkan mencari ilmu sendiri terutama ilmu tentang kehidupan. Mereka tak ingin memaksakan kehendak kami, asalkan kami bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan membahagiakan mereka (orang tua).
Ibuku selalu berharap anaknya-anaknya menjadi orang yang sukses, berpendapatan cukup dan bisa membuat orang tua bahagia, bahkan orang tuaku tak pernah mengharapkan uang dari anak-anaknya, asalkan anak-anaknya dapat sukses. Mungkin itu adalah harapan semua orang tua.
Mulai saat ini, aku harus bangga dengan keluarga yang aku miliki. I Love you, my family :*

Kamis, 13 November 2014

Enough



Aku sudah berjalan cukup jauh, memberanikan diri percaya pada rasa ini
Aku ingin mencoba membuka kembali hati yang telah lama kututup hanya untuk seseorang di masa lalu
Kini aku beranikan diri, melangkah lagi, mengawalinya kembali, mengulanginya dan berharap takdir membayar penantianku
Saat ini aku mencoba menghadirkan ia pada setiap mimpi dan ilusiku
Setiap bayang yang hadir padaku, kuharap itu kau
Tapi rupanya aku harus berbaik hati lagi pada waktu, memberinya kesempatan untukku lebih akrab dengan “ menunggu”
Mungkin aku harus belajar lagi dengan “kesabaran”
Aku harus lebih setia lagi pada “harapan”
Mungkinkah ini karena pembuktianku belum cukup untuk mengusik hatinya?
Aku menyadari, setiap tatapanku tak berarti apapun untuknya
Aku bahkan terlalu takut, taku untuk memulai semuanya
Aku terlalu berpasrah pada waku dan membiarkannya melewatiku begitu saja
Aku memang terlalu akrab dengan waktu hingga menyerah pada waktu karena aku terlalu lelah brsanding dengan “menunggu”


Senin, 10 November 2014

Nothing~



Kadang aku bisa tersenyum walau hanya melihat orang yang kusukai tertawa bahagia, namun aku juga bisa bersedih saat melihat orang yang kusukai sedang terluka dan kesulitan. Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri bahkan membenci diriku sendiri saat aku tidak bisa berbuat apapun untuk menolong orang yang kusukai. Aku hanya bisa melihatnya dalam kesulitan tanpa tahu harus bagaimana. Disisi lain aku ingin menolong dan memberikan perhatian, tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya bisa menangisinya dalam hati saat aku tak berdaya menolongnya. 

Aku terkadang harus sering melapangkan hati saat melihatnya bersama orang lain walaupun mereka hanya sekedar teman. Aku harus terus melihat pemandangan miris di depan mataku saat dia bermanja-manja dengan orang lain dan aku tidak berdaya melakukan apapun. Aku berusaha tak memperdulikannya. Aku berusaha acuh. Aku hanya bisa terus memotivasi diriku untuk menahan egoku yang tinggi ini. Yah, memang inilah resiko yang harus aku terima jika memilih jatuh cinta diam-diam. Hanya bisa merasakan jatuh cinta seorang diri dan merasakan sakit hati akibat ulah diri sendiri. 

Lama-kelamaan aku mulai muak dan mencoba menghindari kontak. Aku mulai mengurangi memperhatikannya. Aku mulai ingin menghindarinya dan menghindari perasaan yang mestinya memang tak bisa ditolak. Aku lebih ingin berpikir rasional saat aku mulai menyukai seseorang yang sudah tergambar jelas dan nyata tidak tertarik padaku. Harusnya setelah aku menyadarinya, aku mulai beranjak pergi, tapi pada kenyataannya aku tak bisa menolak bayangnya dan sikapnya yang selalu menyedot perhatianku.

Sudah terlalu jelas di depan mata bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan. Tidak ada yang harus aku sesali, semua telah terlanjur mengalir begitu saja, salahku terlalu yakin bahwa bukan hanya aku saja yang merasakan hal ini, pada kenyataannya tidak ada satu celah ruang pun dihatimu yang bisa aku singgahi~

Kamis, 06 November 2014

It's my pray, just for you



            Mendoakanmu adalah cara terbaikku mencintaimu diam-diam, tidak ada yang bisa kulakukan selain itu. Aku tidak bisa mengungkapkan semua perasaan yang aku rasakan padamu saat ini, aku hanya mencurahkannya pada untaian kata yang mungkin sampai pada akhirnya tak pernah kau  baca. Aku tahu siapa diriku. Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan, sambil sesekali tersenyum geli melihat tingkahmu. Terkadang juga aku merasa benci padamu, aku benci padamu karena aku tak tahu lagi harus bagaimana memberikan perhatian dan dukungan padamu di  saat sulitmu. Rasanya aku ingin walau hanya menyampaikan kata-kata indah sebagai penyemangat dalam tugasmu. Tapi pada saat itu pula aku tersadar, kau tak pernah menoleh padaku, bahkan sekali. Selama aku bisa, aku ingin membencimu, meskipun itu menyiksaku. Tapi itulah caraku agar aku tak terpaku padamu dan tak berharap mendapat perhatian darimu. Aku hanya bisa menyampaikan segala kata-kata yang ingin aku sampaikan tapi mungkin tak akan pernah sempat aku sampaikan padamu.
            “Semangat buat kepercayaan yang sudah diberikan pada dirimu, jangan pernah lelah untuk berproses, meskipun mungkin belum maksimal dalam bekerja, setidaknya kamu telah berani mengambil resiko dengan memikul tanggungjawab. Aku yakin kau bisa melalui masa-masa ini, walaupun sulit, walaupun lelah dan penuh caci maki. Kuharap kau tetap menjaga kesehatanmu, jangan sampai sakit, semua beban ada padamu dan kau tak boleh terjatuh... Aku disini hanya bisa menitipkan doa kepada Allah, agar Dia menjagamu, memberikan kesehatan padamu dan menjadikanmu orang yang kuat. Selamat malam, selamat beristirahat :) Mr. M*d