Rabu, 30 Juli 2014

Harapan yang tertinggal




Kadang aku berpikir apa jodoh itu harus kaya, harus pandai, harus punya pekerjaan yang bagus, punya pangkat dan sebagainya....apa harus kita cari pendamping yang seperti itu?
Apa ya cinta itu harus mahal, harus indah? Bukankan cinta itu tentang saling melengkapi, saling menerima kekurangan masing-masing, saling mencintai?
Bukankah perasaan itu bukan kita yang memilihnya? Tapi Allah yang menganugrahkan cinta dalam hati setiap manusia...
Dua orang yang saling mencintai dan ingin bersama tapi tak mempunyai daya untuk merobohkan benteng perbedaan yang terlalu tinggi....
Maaf jika kita tak saling bisa bersatu, mungkin kita bisa mencobanya untuk menerobos benteng-benteng itu, tapi aku tak sanggup melebur perbedaan kita
Terlalu banyak   hal yang harus kita samakan agar kita jadi satu,
Terlalu banyak hal yang harus kita buang agar kita jadi sempurna
Perbedaan itu kadang memang bisa menyatukan, tapi terlalu banyak perbedaan juga justru membuat kita hancur




 
Maaf jika perbedaan ini menghancurkan kita, sejauh apapun kita berlari dari perbedaan pasti kita akan jatuh juga
Perasaan ini mungkin tak pernah salah, ketika kita bersama mungkin akan tercipta tawa, namun dibalik semua itu akan ada pihak-pihak yang tersakiti
Mungkin memang benar kita harus memilih pasangan yang sejajar, yang sesuai agar tak timbul banyak perbedaan, tapi perasaan ini terlanjur melekat...
Untuk kali ini , biarkan perasaan ini merekah, mencari jalannya sendiri, biarkan mengalir seiring waktu
Nanti jika saatnya tiba, kita harus melepas perasaan ini....membuangnya sampai jauh tak terlihat lagi, sampai rasa ini tak terasa lagi, hingga sakit ini tak terasa lagi....
Maaf jika harus menghancurkan segala harapanmu, tapi tenanglah....harapanmu tak mati, harapanmu selalu tumbuh dalam hatiku menjadi warna dan pengingat bahwa kau pernah ada di dalam pikiran dan perasaanku ....

2 komentar:

  1. Jodoh sudah ditentukan, kita hanya tinggal memantaskan diri. Semoga yang disana juga sedang memperbaiki diri. Aamiin :)

    BalasHapus
  2. betul banget, emang seharusnya kita memperbaiki diri dulu :)

    BalasHapus