Senin, 10 November 2014

Nothing~



Kadang aku bisa tersenyum walau hanya melihat orang yang kusukai tertawa bahagia, namun aku juga bisa bersedih saat melihat orang yang kusukai sedang terluka dan kesulitan. Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri bahkan membenci diriku sendiri saat aku tidak bisa berbuat apapun untuk menolong orang yang kusukai. Aku hanya bisa melihatnya dalam kesulitan tanpa tahu harus bagaimana. Disisi lain aku ingin menolong dan memberikan perhatian, tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Aku hanya bisa menangisinya dalam hati saat aku tak berdaya menolongnya. 

Aku terkadang harus sering melapangkan hati saat melihatnya bersama orang lain walaupun mereka hanya sekedar teman. Aku harus terus melihat pemandangan miris di depan mataku saat dia bermanja-manja dengan orang lain dan aku tidak berdaya melakukan apapun. Aku berusaha tak memperdulikannya. Aku berusaha acuh. Aku hanya bisa terus memotivasi diriku untuk menahan egoku yang tinggi ini. Yah, memang inilah resiko yang harus aku terima jika memilih jatuh cinta diam-diam. Hanya bisa merasakan jatuh cinta seorang diri dan merasakan sakit hati akibat ulah diri sendiri. 

Lama-kelamaan aku mulai muak dan mencoba menghindari kontak. Aku mulai mengurangi memperhatikannya. Aku mulai ingin menghindarinya dan menghindari perasaan yang mestinya memang tak bisa ditolak. Aku lebih ingin berpikir rasional saat aku mulai menyukai seseorang yang sudah tergambar jelas dan nyata tidak tertarik padaku. Harusnya setelah aku menyadarinya, aku mulai beranjak pergi, tapi pada kenyataannya aku tak bisa menolak bayangnya dan sikapnya yang selalu menyedot perhatianku.

Sudah terlalu jelas di depan mata bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan. Tidak ada yang harus aku sesali, semua telah terlanjur mengalir begitu saja, salahku terlalu yakin bahwa bukan hanya aku saja yang merasakan hal ini, pada kenyataannya tidak ada satu celah ruang pun dihatimu yang bisa aku singgahi~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar