Jatuh cinta diam-diam memaksa kita untuk jatuh cinta sendirian,
kita sendiri yang merasakan perasaan suka, senang, sedih, kecewa, dan sakit
hati. Jatuh cinta diam-diam membuat kita terpuruk oleh perasaan dan ilusi-ilusi
yang kita ciptakan sendiri. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa kita “baik-baik
saja” tapi di dalam hati timbul asa yang membuncah, muncul keinginan untuk
mengungkapkan, muncul keinginan untuk mendapatkan perasaan yang setimpal dan
muncul keinginan untuk memiliki. Walaupun begitu, semua keinginan yang ada
dalam hati dapat dengan mudah kita tepis dengan kata-kata “cinta gak harus
memiliki kok” atau “aku bahagia kok walaupun cuma mengaguminya dari jauh” atau
yang lebih dahsyat “aku cukup mendoakanmu dari jauh”. Semua kata-kata itu membuat
kitaseolah-olah benar-benar menyihir kita untuk menjadi lebih kuat mencintai
seseorang diam-diam. Mungkin banyak lagi harapan yang kita simpan, tapi kita
berusaha menutupinya dan berusaha ikhlas, karena bagi kita itu adalah sebuah
resiko jatuh cinta diam-diam.
Source: www.google.com
Seiring
berjalannya waktu mungkin kita tidak kuasa lagi menyimpan perasaan ini sendiri
dan kita dihadapkan oleh dua pilihan, tetap bertahan dalam kesakitan atau lebih
memilih melepaskan dan ikhlas :) Pilihan sulit yang harus kita pilih karena sesungguhnya kita juga harus
memikirkan diri kita sendiri, dengan terus menyiksa diri kita dengan tetap
mencintainya secara diam-diam akan menyakiti diri kita sendiri dan itu artinya
kita tidak menyayangi diri kita. Jadi, adakalanya kita melepas sesuatu yang sekiranya
tak mampu lagi kita kejar dan kita raih, ikhlaskan dan serahkan pada Allah SWT,
kepadaNya semua berawal dan kembali, termasuk perasaan suka, sayang dan cinta :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar