Rabu, 05 November 2014

Jatuh Cinta Sendirian (2)



Terkadang kita tidak butuh alasan untuk berhenti mengharapkan seseorang, bukan berarti kita menyerah dan melupakan begitu saja. Tapi ada saat dimana kita merasa jauh dengan orang kita sukai, kita merasa jarak yang ada begitu jauh.
Terkadang kita berhenti berharap tapi bukan berarti melupakan. Rasa yang tumbuh begitu saja tidak mudah untuk ditaklukan. Butuh proses dan beragam cara untuk menjinakkan rasa itu.
Terkadang kita merasa lelah, lelah dengan diri kita sendiri, yang hanya bisa mencuri pandang dan menatap orang yang kita sukai diam-diam. Terkadang pula terselip support dalam hati yang bisa didengar oleh diri kita sendiri.
Terkadang kita harus puas hanya dengan menyelipkan doa untuknya di setiap sujud kita kepaNya. Tidak ada kekuatan lain lagi saat kita jatuh cinta diam-diam, selain kekuatan doa.
Mungkin hanya lewat doa, kita bisa menyupport dan mecurahkan perhatian kita kepada orang yang kita sukai.
Walaupun harus jatuh cinta diam-diam, tak ada penyesalan dalam diri kita. Dengan begitu kita benar-benar diajarkan untuk menjadi orang yang sabar.
Terkadang kita hanya bisa tersenyum saat orang lain memberikan support untuk orang yang kita sukai dan kita hanya bisa mengeluh kecewa di dalam hati tanpa bisa mengungkapkan apapun.
Terkadang muncul keinginan dalam benak kita, untuk sekedar tersenyum dan menyapa, itupun lebih dari cukup.
Terkadang muncul keinginan untuk sekedar mengirimkan pesan singkat untuk ucapan “selamat pagi” dan “selamat malam”, namun apa daya, kita harus puas dengan mengucapkannya dalam hati sebelum beranjak tidur.
Tapi, sejauh apapun pengorbanan kita, tidak ada rasa penyesalan dalam hati. Setidaknya kita telah mencoba untuk belajar mencintai seseorang dan tenggelam dalam ilusi-ilusi yang kita ciptakan sendiri.
Terkadang kita harus mampu melapangkan dada kita untuk bisa menjalani tahapan demi tahapan yang berhasil kita lalui. Dan kita harus bisa menerima kenyataan, bahwa sebenarnya kita hanya “jatuh cinta sendirian”.

5 November 2014, 23.45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar