Jumat, 10 Februari 2012

KAMU


“Aku sudah berusaha lupakanmu,tapi kenapa kau hadir lagi,hadir dalam kehidupanku kembali? “

Kenalkan namaku Rena,aku berumur 21 tahun dan sekarang aku duduk di bangku perkuliahan di sebuah Perguruan tinggi di Yogyakarta.Aku memang asli orang Jogja,disini aku tinggal bersama Ibu  dan nenekkku,Ayahku pergi entah kemana semenjak bercerai dengan ibuku.Hidup kami serba pas-pasan,aku membantu ekonomi keluarga dengan berjualan batik di Malioboro,padahal dulu hidupku sangat bergelimpangan harta,namun semenjak Ayah bercerai dengan Ibu,Ayah tak pernah memberi sepeser uangpun padaku,aku juga tak pernah meminta,aku tak sudi lagi bertemu Ayahku.Bagiku hidup sederhana seperti ini akan lebih baik karna aku menemukan sebuah ketenangan disini bersama keluargaku yang kecil ini.....

*****

Pagi-pagi.......
“Pagi bu......”sapaku pada ibu yang sedang menyiapkan sarapan
“Pagi....tumben kamu udah bangun?Jadi pergi sama Riko? Tanya ibu
“Kok ibu tahu aku mau pergi sama Riko?”tanyaku kaget
“ Ya tahu dong,kemarin kan Riko kesini pas kamu lagi jualan....”jawab ibu
“Ah ibu tuh,pasti nanya macem-macem ke dia....”ucapku
Ibu hanya tersenyum,melihat mukaku yang merah........
“Mbok kamu itu jangan sama Riko tho Ren......”ucap nenek yang tiba-tiba datang
“Memangnya kenapa sich nek,apa karena Riko kaya dan aku miskin jadi kita gag bisa bersatu gitu???”ucapku agak kesal
“Ya kamu itu harus tahu diri,kamu gag kapok diusir ibunya Riko??”ucap nenek
“Udahlah nek,gak usah bahas itu lagi.” kataku sambil ngeloyor pergi membawa setumpuk batik,ternyata Riko sodah menunggu di luar bersandar pada mobil BMW nya....
“Hai sayang......”ucap Riko
“Lama ya nunggunya??”tanyaku
“Ga apa-apa kok asal nunggu kamu......”ucap Riko gombal
“Hmmm....nunggu 1000 tahun mau???”ledekku
“Kenapa tidak.....”jawab Riko manis

*****
Merekapun menuju Malioboro untuk berjualan batik dan hingga sore Rena baru pulang,ketika ia akan membuka pintu,Handphonenya berbunyi,terlihat di layar “Riko memanggil”,lalu Rena buru-buru mengangkatnya.
“Halo sayang......”sapaku
“Ia,bisa kita ketemu di taman,sekarang aku tunggu.”ucapnya singkat
“Ia bisa,aku kesana sekarang.”jawabku

*****
Di taman,ternyata Riko telah menungguku.Perasaanku rasanya tidak enak,tidak biasanya Riko bersikap aneh begini.Aku lalu duduk di samping Riko.
“Ren....maafin aku...,hubungan kita harus berakhir sampai di sini....”ucap Riko lirih
“Kamu bercanda kan Rik.....”ucapku tak percaya
“Ren please ngerti aku! Keluarga kita ga setuju,jadi please kita udahin aja....percumah!”teriak Riko sambil menitikkan air mata
“Ternyata kamu pecundang!! Kamu bilang kita harus bersatu apapun keadaannya!”ucapku.
“Tapi Ren...aku tetep ga bisa,Aku takut.....”ucap Riko
“Takut?? Hanya seginikah nyali kamu...! Oke kalo memang mau kamu kaya gitu.Ingat ya ini pertemuan terakhir kita,jangan pernah kembali lagi dihapanku!!!!!” .Aku pun pulang dengan kecewa,dan Riko melanjutkan kuliah di Belanda.

*****


2 Tahun kemudian..............
Setelah aku putus dari Riko kini aku menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri.Denny namanya,ia pun tahu bahwa aku dan Riko sudah berpisah,meskipun begitu Denny tidak mempermasalahkan masa laluku dengan Riko.

“Ih kamu itu paling bisa dech buat aku seneng...”ucapku.
“Sayang bisa aja. . . .aku kan ingin kamu seneng...”ucap Deny
“Ya udah say aku anterin kamu pulang ya ......?”ajak Deny
“Oke......”
Deny mengantarku sampai di depan rumah lalu pulang karena sudah malam...

*****
Pagi hari,ketika aku sedang sarapan Ibu membawa sebuket mawar.Aku cuek saja tidak menghiraukan.”Mungkin dari pacar Ibu” gumamku dalam hati.
“Ren ...ada kiriman bunga nich buat kamu....”ucap Ibu
“Dari siapa bu...?”tanyaku  pada ibu
“Gag tau,gag ada namanya!”ucap ibu
Aku pun membuka surat kecil yang terselip pada sebuket  mawar merah yang harum...
“Dear Rena.....
Maafkan aku .......Aku sayang kamu.....”
“Hm dari siapa ya.....masa dari Deny?tentu gag mungkinlah, ngapain dya minta maaf punya salah aja enggak....”pikirku.
“Dari siapa ya bu....?”tanyaku pada Ibunya
“Mungkin dari pengagum rahasia kamu...”ucap Ibu
“Ah masa dari pengagum ucapannya “maaf” ???”ucapku heran
“Ya mungkin dia punya salah sama kamu....”
“Yah mungkin saja..”ucapku acuh.

*****
Kejadian itu pun berulang-ulang hingga sudah 7 hari,pengirim itu mengirimkan bunga dan surat yang isinya selalu sama.Karena penasaran,aku membelakan diri tidak tidur  hanya untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang mengirim bunga tersebut.Siapa tahu   pengirim itu datang tengah malam.Ternyata dugaanku benar,menjelang Shubuh aku melihat sekelebat bayangan di kegelapan,aku pun nekad keluar,orang itupun terkejut, begitupun dengan aku ,ketika melihat orang yang ada di hadapanku,adalah orang yang begitu amat aku kenal. .. . .
“Riko????!!!!!”ucapku terkejut
“Rena.......”ucap Riko lirih
“Pergi kamu dari sini!!!!”teriakku sambil menutup pintu
“Ren ...tunggu Ren....maafin aku.....!!!”teriak Riko
“Ngapain kamu disini,udah aku bilang jangan ganggu hidupku lagi...!”ucapku
“Aku masih sayang kamu,maafin aku udah putusin hubungan kita......?!”ucap Riko lirih.
“Jangan ungkit-ungkit masa lalu lagi!”kataku  sambil menutup pintu,Riko pun pergi.

*****


          Kejadian tadi shubuh telah berlalu,sampai pagi hari aku tidak henti-hentinya memikirkan Riko.
“Ren tadi shubuh kamu teriak-teriak ada apa?memang ada tamu?”tanya ibu
“Bukan siapa-siapa kok bu,Cuma orang ronda,kayaknya ada maling!”
“Ah masa?dimana malingnya?ucap ibu kaget
“Udah lah bu Rena mau berangkat,,,Assalamualaikum!
“Waalaikumsalam........”jawab ibu sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.

*****

Aku berangkat ke kampus dengan muka cemberut dan perasaan yang tidak karuan.Aku tak habis fikir Riko sudah kembali ke Indonesia.Ketika aku sedang duduk melamun di taman,tiba-tiba Deny datang.
“Pagi sayang....kok murung gitu?”tanya Denny
“Em,gag apa-apa kok Cuma agak pusing aja....”
“Ya kamu istirahat dong,eh ya aku pergi dulu mau ada urusan,bye...”ucap Denny
“Iya....”ucapku singkat.

*****

Saat di taman,Rinda temanku menemui aku.
“Hay Ren ,eh ya kamu emang udah putus ya sama Denny?”
“Hah? Kata siapa kamu?”ucapku dengan terkejut
“Kemarin aja aku lihat Denny sama cewek mesra banget di mall,kufikir Denny udah putus sama kamu.....,pas aku tanya Denny katanya dia udah putusin kamu,ya udah aku pergi dulu ya...”
“Apa? Denny pergi sama cewek dan bilang kalau aku sama dia udah putus? Apa salah  gue hingga dia selingkuh kaya gitu?”pertanyaan demi pertanyaan menghantui fikiranku. Buru-buru aku mengambil handphone dan menelpon Denny,namun Hp nya gag aktif.Lalu aku melangkah pulang sambil bercucuran air mata,di tengah jalan ada sebuah mobil melaju dengan kencang dan aku tidak menyadari hal itu,seketika itu aku merasakan badanku terpental dan jatuh hingga aku tak sadarkan diri,mobil yang menabrakku pergi begitu saja tanpa menghiraukan keadaanku.Namun untunglah ada orang yang sedang melintas kemudian menolong dan membawaku ke rumah sakit.

*****
          Saat aku sadarkan diri, ibu dan nenek sudah berada di sampingku.
“Bu ngapain aku di rumah sakit?”ucapku lirih.
“Kamu tertabrak mobil Ren tapi untunglah kamu enggak apa-apa.”ucap Ibu sambil membelai rambutku.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan terlihat seseorang membawa bunga,betapa terkejutnya Rena bahwa yang datang adalah Riko.
“Hay Ren,gimana keadaan kamu?aku dengar kamu kecelakaan....”tanya Riko
“Aku baik-baik saja!Buat apa kamu kesini?”ucapku kasar
“Aku cuma khawatir sama kamu makannya aku kesini,”
“Udahlah gag usah sok peduli sama aku,lebih baik kamu pergi dari sini,keberadaan kamu disini membuat keadaan aku semakin buruk!”
“Baiklah jika itu keinginan kamu,aku akan pergi”
Setelah berkata seperti itu Riko pun pergi meninggalkanku.Aku hanya bisa terisak,tak kuasa dia membendung air mata,ingin rasanya aku memanggil kembali Riko dan aku ingin menyuruhnya untuk tetap berada di sampingku,menemani saat-saat seperti ini.Ibu membuyarkan lamunanku.
“Kenapa kamu suruh Riko pergi,padahal kamu membutuhkan dia? Bukankah dia lebih baik dari Deny yang telah menduakan kamu?”ucap ibu
“Ibu tahu dari mana Deny selingkuh?”
“Ibu tahu sudah lama,bahkan sebelum kamu tahu.Ia sering pergi dengan cewek lain ke Mall.”
“Sudahlah bu,biarkan saja ini terjadi padaku.”
“Kamu masih punya harapan Ren....”
“Maksud ibu apa?”
“Riko.”
Ketika mendengar nama Riko,aku hanya terdiam.

*****

3 Hari berlalu aku telah pulang dari rumah sakit dan menjalankan aktivitas seperti biasa.Di kampus,ketika aku sedang duduk di bangku taman.....
“Hay Ren,gimana keadaan kamu?’’
Aku menoleh ke sumber suara,betapa terkejutnya aku ketika mendapati Denny berdiri di depanku.
“Baik.”jawabku singkat
“Aku kesini mau jelasin sesuatu dan minta maaf.”
“Gag ada yang perlu di jelasin lagi,semua udah jelas!”ucapku sambil ngeloyor pergi.
“Tunggu Ren,kita jadian baik-baik dan kita pun harus putus secara baik-baik”
Aku berhenti dan menghampiri Denny.
“Yang seharusnya ngomong kayak gitu tuh aku! Kalo kamu ingin putus baik-baik harusnya kamu gag selingkuh!”
“Oke,maafin aku,aku salah.Sebenarnya aku gag sayang sama kamu,aku cuma kasihan sama kamu setelah kamu putus dari Riko. Aku udah mau minta putus tapi aku gag tega Ren,dan maafin aku,waktu itu aku yang nabrak kamu,maafin aku!”
“Apa!!! Jadi yang udah bikin aku celaka itu kamu? Salah apa sich aku sama kamu Den,hingga kamu tega buat aku hancur? Salah apa aku sama kamu?”ucap Rena sambil terus terisak.
“Maafin aku,aku gag bermaksud nabrak kamu,aku yang salah kurang hati-hati.”
“Lalu kenapa kamu enggak nolong aku?kenapa kamu justru ninggalin aku? Aku hampir mati Den!”bentakku sambil terisak
“Aku kalut Ren,aku bingung,aku takut kamu marah sama aku.”
“Udahlah sekarang kamu udah lepas kan dari jerat ku,sekarang kamu bebas nglakuin apa yang kamu mau.Dan aku kecewa banget sama kamu Den,aku fikir kamu benar-benar sayang sama aku.....”
Aku pun pergi meninggalkan Denny sendiri.

*****

Sampai di rumah,ternyata Riko sedang berada di rumahku.Riko yang melihat kehadiranku pun segera mengahampiri aku.
“Ren! Kamu kenapa nangis?”tanya Riko
“Ngapain kamu masih nemuin aku? Padahal aku selalu bersikap kasar sama kamu?”
“Aku sayang sama kamu Ren,kini aku tahu gimana cara mencintai dan menerima seseorang itu dan gimana rasa sakit itu,aku sakit ninggalin kamu,aku merasa kehilangan......”
Rena pun memeluk Riko erat-erat sambil terus menumpahkan air mata,ia merasa sangat tenang berada di pelukan Riko,ia merasa bebannya selama ini terlepas.
“Aku sayang kamu Riko...Aku Cuma ingin kamu disini.Jangan tinggalin aku lagi!”
“Iya aku juga sayang sama kamu,aku janji gag akan niggalin kamu lagi.Aku akan hadapi segalanya sama kamu,”

*****


Pagi hari,aku sangat bersemangat pergi kuliah karena kali ini Riko yang mengantarku ke kampus,apalagi Riko sekarang sudah menetap di Indonesia,ia sekarang bekerja di Perusahaan Ayahnya.
“Hay Riko,pagi sekali jemputnya?”
“Ia nich Ren,soalnya hari ini aku ada meeting,jadi harus pagi.Ya udah yuk kita berangkat.”
Kami pun masuk ke mobil.
“Rik,gimana sama orang tua kamu? Apa mereka tau kalau kamu balik lagi sama aku?”tanyaku pada Riko
“Em....mereka belum tahu,sudahlah itu biar jadi urusanku.”jawab Riko
“Tapi Rik....”
“Udahlah gag apa-apa.”

*****
Setelah 6 bulan menjalani hubungan,akhirnya orang tua Riko mengetahui juga bahwa Riko masih berhubungan dengan aku,mereka menyuruh Riko pergi ke  luar negeri lagi.Namun Riko tidak mau.Ia lalu menemui aku.
“Ren,aku janji aku akan terus sama kamu,apapun yang terjadi aku akan selalu berada di  samping kamu.”ucap Riko sambil memegangi tanganku.
“Rik,biarin aku yang terluka,lebih baik kamu turuti keinginan orang tua kamu.Aku kini sadar kita tidak berjodoh,”ucapku sambil melepaskan tanganku dari genggaman Riko.
“Kenapa kamu ngomong gitu? Kita udah berjalan sejauh ini,tinggal sedikit lagi kita berusaha,kamu bilang kamu sayang sama aku?”
“Kita bersama sejauh ini saja sudah cukup.”ucapku pelan
“Gag! Buatku ini bukan apa-apa,aku gag mau kehilangan kamu lagi Ren.”
“Pada suatu saat kita akan bersama lagi,tapi tidak sekarang,Jalan Allah belum mengarahkan kita buat bersama.Orang tuamu lebih berharga Rik....”
“Tapi mereka tidak mau mengerti perasaanku,bagaimana aku harus menganggap mereka berharga Ren? Mereka selalu memaksakan kehendak,mereka fikir semua itu akan menjadikan aku lebih baik,tapi tidak Ren! Aku sudah cukup menderita selama ini.Sejak kecil orang tuaku sibuk dengan pekerjaan mereka,hanya uang yang mereka utamakan.Sedangkan aku? Aku hanya sebagai hiasan dirumah,aku frustasi dan hidupku rusak! Dan ketika aku bertemu kamu,semuanya berubah.Aku seperti menemukan hidupku yang baru,dan kini ketika aku dewasa orang tuaku memaksaku macam-macam dan aku disuruh menuruti mereka? Hah enak sekali mereka merawatku saja tidak sekarang mau memperlakukan aku seenaknya!”
“Tapi suatu saat mereka pasti akan sadar,jika kamu berlaku baik dan menuruti semua keinginannya....percaya sama aku.Sekarang kamu pulang dan bilang pada orang tuamu bahwa kamu bersedia ninggalin aku dan pergi ke luar negeri.”
“Kamu gila ya! Kalau kamu emang gag suka kehadiran aku,aku akan pergi,dan karena aku sayang sama kamu aku akan turuti semuanya biar kamu puas dan aku makin terpuruk!”ucap Riko sambil meninggalkan aku.   
 Meskipun sakit hati tapi aku merasa jauh lebih baik jika tidak memaksakan perasaanku,setelah kejadian itu Riko tak pernah terlihat lagi,terakhir aku dengar kabar bahwa ia pergi ke Belanda.Sampai aku lulus kuliah pun Riko tidak terlihat.Sekarang aku sudah bekerja,aku mendirikan usaha batik di Malioboro dan hasilnya lumayan,hidup keluargaku lebih baik.Aku kini telah membuktikan bahwa aku bisa lupain kamu,aku bisa lepasin kamu,aku bisa hidup tanpa kamu dan tanpa  kata kamu....kamu....kamu lagi,RIKO!!!


                            


                                                _END_




Tidak ada komentar:

Posting Komentar