“Aku
sudah berusaha lupakanmu,tapi kenapa kau hadir lagi,hadir dalam kehidupanku
kembali? “
Kenalkan
namaku Rena,aku berumur 21 tahun dan sekarang aku duduk di bangku perkuliahan
di sebuah Perguruan tinggi di Yogyakarta.Aku memang asli orang Jogja,disini aku
tinggal bersama Ibu dan nenekkku,Ayahku
pergi entah kemana semenjak bercerai dengan ibuku.Hidup kami serba
pas-pasan,aku membantu ekonomi keluarga dengan berjualan batik di
Malioboro,padahal dulu hidupku sangat bergelimpangan harta,namun semenjak Ayah
bercerai dengan Ibu,Ayah tak pernah memberi sepeser uangpun padaku,aku juga tak
pernah meminta,aku tak sudi lagi bertemu Ayahku.Bagiku hidup sederhana seperti
ini akan lebih baik karna aku menemukan sebuah ketenangan disini bersama
keluargaku yang kecil ini.....
*****
Pagi-pagi.......
“Pagi bu......”sapaku
pada ibu yang sedang menyiapkan sarapan
“Pagi....tumben kamu
udah bangun?Jadi pergi sama Riko? Tanya ibu
“Kok ibu tahu aku mau
pergi sama Riko?”tanyaku kaget
“ Ya tahu dong,kemarin
kan Riko kesini pas kamu lagi jualan....”jawab ibu
“Ah ibu tuh,pasti nanya
macem-macem ke dia....”ucapku
Ibu hanya
tersenyum,melihat mukaku yang merah........
“Mbok kamu itu jangan
sama Riko tho Ren......”ucap nenek yang tiba-tiba datang
“Memangnya kenapa sich
nek,apa karena Riko kaya dan aku miskin jadi kita gag bisa bersatu
gitu???”ucapku agak kesal
“Ya kamu itu harus tahu
diri,kamu gag kapok diusir ibunya Riko??”ucap nenek
“Udahlah nek,gak usah bahas
itu lagi.” kataku sambil ngeloyor pergi membawa setumpuk batik,ternyata Riko
sodah menunggu di luar bersandar pada mobil BMW nya....
“Hai sayang......”ucap
Riko
“Lama ya
nunggunya??”tanyaku
“Ga apa-apa kok asal
nunggu kamu......”ucap Riko gombal
“Hmmm....nunggu 1000
tahun mau???”ledekku
“Kenapa
tidak.....”jawab Riko manis
*****
Merekapun
menuju Malioboro untuk berjualan batik dan hingga sore Rena baru pulang,ketika
ia akan membuka pintu,Handphonenya berbunyi,terlihat di layar “Riko
memanggil”,lalu Rena buru-buru mengangkatnya.
“Halo
sayang......”sapaku
“Ia,bisa kita ketemu di
taman,sekarang aku tunggu.”ucapnya singkat
“Ia bisa,aku kesana
sekarang.”jawabku
*****
Di
taman,ternyata Riko telah menungguku.Perasaanku rasanya tidak enak,tidak
biasanya Riko bersikap aneh begini.Aku lalu duduk di samping Riko.
“Ren....maafin
aku...,hubungan kita harus berakhir sampai di sini....”ucap Riko lirih
“Kamu bercanda kan
Rik.....”ucapku tak percaya
“Ren please ngerti aku!
Keluarga kita ga setuju,jadi please kita udahin aja....percumah!”teriak Riko
sambil menitikkan air mata
“Ternyata kamu
pecundang!! Kamu bilang kita harus bersatu apapun keadaannya!”ucapku.
“Tapi Ren...aku tetep
ga bisa,Aku takut.....”ucap Riko
“Takut?? Hanya
seginikah nyali kamu...! Oke kalo memang mau kamu kaya gitu.Ingat ya ini
pertemuan terakhir kita,jangan pernah kembali lagi dihapanku!!!!!” .Aku pun pulang dengan kecewa,dan Riko melanjutkan kuliah di Belanda.
*****
2
Tahun kemudian..............
Setelah aku putus dari
Riko kini aku menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri.Denny namanya,ia pun
tahu bahwa aku dan Riko sudah berpisah,meskipun begitu Denny tidak
mempermasalahkan masa laluku dengan Riko.
“Ih kamu itu paling
bisa dech buat aku seneng...”ucapku.
“Sayang bisa aja. . .
.aku kan ingin kamu seneng...”ucap Deny
“Ya udah say aku
anterin kamu pulang ya ......?”ajak Deny
“Oke......”
Deny mengantarku sampai
di depan rumah lalu pulang karena sudah malam...
*****
Pagi
hari,ketika aku sedang sarapan Ibu membawa sebuket mawar.Aku cuek saja tidak
menghiraukan.”Mungkin dari pacar Ibu” gumamku dalam hati.
“Ren ...ada kiriman
bunga nich buat kamu....”ucap Ibu
“Dari siapa
bu...?”tanyaku pada ibu
“Gag tau,gag ada
namanya!”ucap ibu
Aku pun membuka surat
kecil yang terselip pada sebuket mawar
merah yang harum...
“Dear Rena.....
Maafkan aku .......Aku sayang
kamu.....”
“Hm dari siapa
ya.....masa dari Deny?tentu gag mungkinlah, ngapain dya minta maaf punya salah
aja enggak....”pikirku.
“Dari siapa ya bu....?”tanyaku
pada Ibunya
“Mungkin dari pengagum
rahasia kamu...”ucap Ibu
“Ah masa dari pengagum
ucapannya “maaf” ???”ucapku heran
“Ya mungkin dia punya
salah sama kamu....”
“Yah mungkin
saja..”ucapku acuh.
*****
Kejadian
itu pun berulang-ulang hingga sudah 7 hari,pengirim itu mengirimkan bunga dan
surat yang isinya selalu sama.Karena penasaran,aku membelakan diri tidak tidur hanya untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang
mengirim bunga tersebut.Siapa tahu pengirim itu datang tengah malam.Ternyata
dugaanku benar,menjelang Shubuh aku melihat sekelebat bayangan di kegelapan,aku
pun nekad keluar,orang itupun terkejut, begitupun dengan aku ,ketika melihat orang yang ada di hadapanku,adalah orang yang begitu amat aku kenal. .. . .
“Riko????!!!!!”ucapku
terkejut
“Rena.......”ucap Riko
lirih
“Pergi kamu dari
sini!!!!”teriakku sambil menutup pintu
“Ren ...tunggu
Ren....maafin aku.....!!!”teriak Riko
“Ngapain kamu
disini,udah aku bilang jangan ganggu hidupku lagi...!”ucapku
“Aku masih sayang
kamu,maafin aku udah putusin hubungan kita......?!”ucap Riko lirih.
“Jangan ungkit-ungkit
masa lalu lagi!”kataku sambil menutup
pintu,Riko pun pergi.
*****
Kejadian tadi shubuh telah berlalu,sampai pagi hari aku
tidak henti-hentinya memikirkan Riko.
“Ren tadi shubuh kamu
teriak-teriak ada apa?memang ada tamu?”tanya ibu
“Bukan siapa-siapa kok
bu,Cuma orang ronda,kayaknya ada maling!”
“Ah masa?dimana
malingnya?ucap ibu kaget
“Udah lah bu Rena mau
berangkat,,,Assalamualaikum!
“Waalaikumsalam........”jawab
ibu sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.
*****
Aku
berangkat ke kampus dengan muka cemberut dan perasaan yang tidak karuan.Aku tak
habis fikir Riko sudah kembali ke Indonesia.Ketika aku sedang duduk melamun di
taman,tiba-tiba Deny datang.
“Pagi sayang....kok murung
gitu?”tanya Denny
“Em,gag apa-apa kok
Cuma agak pusing aja....”
“Ya kamu istirahat
dong,eh ya aku pergi dulu mau ada urusan,bye...”ucap Denny
“Iya....”ucapku singkat.
*****
Saat
di taman,Rinda temanku menemui aku.
“Hay Ren ,eh ya kamu
emang udah putus ya sama Denny?”
“Hah? Kata siapa
kamu?”ucapku dengan terkejut
“Kemarin aja aku lihat
Denny sama cewek mesra banget di mall,kufikir Denny udah putus sama
kamu.....,pas aku tanya Denny katanya dia udah putusin kamu,ya udah aku pergi
dulu ya...”
“Apa? Denny pergi sama
cewek dan bilang kalau aku sama dia udah putus? Apa salah gue hingga dia selingkuh kaya gitu?”pertanyaan
demi pertanyaan menghantui fikiranku. Buru-buru aku mengambil handphone dan
menelpon Denny,namun Hp nya gag aktif.Lalu aku melangkah pulang sambil
bercucuran air mata,di tengah jalan ada sebuah mobil melaju dengan kencang dan
aku tidak menyadari hal itu,seketika itu aku merasakan badanku terpental dan jatuh
hingga aku tak sadarkan diri,mobil yang menabrakku pergi begitu saja tanpa
menghiraukan keadaanku.Namun untunglah ada orang yang sedang melintas kemudian
menolong dan membawaku ke rumah sakit.
*****
Saat aku sadarkan diri, ibu dan nenek sudah berada di
sampingku.
“Bu ngapain aku di
rumah sakit?”ucapku lirih.
“Kamu tertabrak mobil
Ren tapi untunglah kamu enggak apa-apa.”ucap Ibu sambil membelai rambutku.
Tiba-tiba
pintu kamar terbuka dan terlihat seseorang membawa bunga,betapa terkejutnya
Rena bahwa yang datang adalah Riko.
“Hay Ren,gimana keadaan
kamu?aku dengar kamu kecelakaan....”tanya Riko
“Aku baik-baik saja!Buat
apa kamu kesini?”ucapku kasar
“Aku cuma khawatir sama
kamu makannya aku kesini,”
“Udahlah gag usah sok
peduli sama aku,lebih baik kamu pergi dari sini,keberadaan kamu disini membuat
keadaan aku semakin buruk!”
“Baiklah jika itu
keinginan kamu,aku akan pergi”
Setelah berkata seperti
itu Riko pun pergi meninggalkanku.Aku hanya bisa terisak,tak kuasa dia
membendung air mata,ingin rasanya aku memanggil kembali Riko dan aku ingin
menyuruhnya untuk tetap berada di sampingku,menemani saat-saat seperti ini.Ibu
membuyarkan lamunanku.
“Kenapa kamu suruh Riko
pergi,padahal kamu membutuhkan dia? Bukankah dia lebih baik dari Deny yang
telah menduakan kamu?”ucap ibu
“Ibu tahu dari mana Deny
selingkuh?”
“Ibu tahu sudah
lama,bahkan sebelum kamu tahu.Ia sering pergi dengan cewek lain ke Mall.”
“Sudahlah bu,biarkan
saja ini terjadi padaku.”
“Kamu masih punya
harapan Ren....”
“Maksud ibu apa?”
“Riko.”
Ketika mendengar nama
Riko,aku hanya terdiam.
*****
3
Hari berlalu aku telah pulang dari rumah sakit dan menjalankan aktivitas
seperti biasa.Di kampus,ketika aku sedang duduk di bangku taman.....
“Hay Ren,gimana keadaan
kamu?’’
Aku menoleh ke sumber
suara,betapa terkejutnya aku ketika mendapati Denny berdiri di depanku.
“Baik.”jawabku singkat
“Aku kesini mau jelasin
sesuatu dan minta maaf.”
“Gag ada yang perlu di
jelasin lagi,semua udah jelas!”ucapku sambil ngeloyor pergi.
“Tunggu Ren,kita jadian
baik-baik dan kita pun harus putus secara baik-baik”
Aku berhenti dan
menghampiri Denny.
“Yang seharusnya
ngomong kayak gitu tuh aku! Kalo kamu ingin putus baik-baik harusnya kamu gag
selingkuh!”
“Oke,maafin aku,aku
salah.Sebenarnya aku gag sayang sama kamu,aku cuma kasihan sama kamu setelah
kamu putus dari Riko. Aku udah mau minta putus tapi aku gag tega Ren,dan maafin
aku,waktu itu aku yang nabrak kamu,maafin aku!”
“Apa!!! Jadi yang udah
bikin aku celaka itu kamu? Salah apa sich aku sama kamu Den,hingga kamu tega
buat aku hancur? Salah apa aku sama kamu?”ucap Rena sambil terus terisak.
“Maafin aku,aku gag
bermaksud nabrak kamu,aku yang salah kurang hati-hati.”
“Lalu kenapa kamu
enggak nolong aku?kenapa kamu justru ninggalin aku? Aku hampir mati
Den!”bentakku sambil terisak
“Aku kalut Ren,aku
bingung,aku takut kamu marah sama aku.”
“Udahlah sekarang kamu
udah lepas kan dari jerat ku,sekarang kamu bebas nglakuin apa yang kamu mau.Dan
aku kecewa banget sama kamu Den,aku fikir kamu benar-benar sayang sama
aku.....”
Aku pun pergi
meninggalkan Denny sendiri.
*****
Sampai
di rumah,ternyata Riko sedang berada di rumahku.Riko yang melihat kehadiranku
pun segera mengahampiri aku.
“Ren! Kamu kenapa
nangis?”tanya Riko
“Ngapain kamu masih
nemuin aku? Padahal aku selalu bersikap kasar sama kamu?”
“Aku sayang sama kamu
Ren,kini aku tahu gimana cara mencintai dan menerima seseorang itu dan gimana rasa
sakit itu,aku sakit ninggalin kamu,aku merasa kehilangan......”
Rena
pun memeluk Riko erat-erat sambil terus menumpahkan air mata,ia merasa sangat
tenang berada di pelukan Riko,ia merasa bebannya selama ini terlepas.
“Aku sayang kamu
Riko...Aku Cuma ingin kamu disini.Jangan tinggalin aku lagi!”
“Iya aku juga sayang
sama kamu,aku janji gag akan niggalin kamu lagi.Aku akan hadapi segalanya sama
kamu,”
*****
Pagi
hari,aku sangat bersemangat pergi kuliah karena kali ini Riko yang mengantarku
ke kampus,apalagi Riko sekarang sudah menetap di Indonesia,ia sekarang bekerja
di Perusahaan Ayahnya.
“Hay Riko,pagi sekali
jemputnya?”
“Ia nich Ren,soalnya
hari ini aku ada meeting,jadi harus pagi.Ya udah yuk kita berangkat.”
Kami
pun masuk ke mobil.
“Rik,gimana sama orang
tua kamu? Apa mereka tau kalau kamu balik lagi sama aku?”tanyaku pada Riko
“Em....mereka belum
tahu,sudahlah itu biar jadi urusanku.”jawab Riko
“Tapi Rik....”
“Udahlah gag apa-apa.”
*****
Setelah
6 bulan menjalani hubungan,akhirnya orang tua Riko mengetahui juga bahwa Riko
masih berhubungan dengan aku,mereka menyuruh Riko pergi ke luar negeri lagi.Namun Riko tidak mau.Ia lalu
menemui aku.
“Ren,aku janji aku akan
terus sama kamu,apapun yang terjadi aku akan selalu berada di samping kamu.”ucap Riko sambil memegangi
tanganku.
“Rik,biarin aku yang
terluka,lebih baik kamu turuti keinginan orang tua kamu.Aku kini sadar kita
tidak berjodoh,”ucapku sambil melepaskan tanganku dari genggaman Riko.
“Kenapa kamu ngomong
gitu? Kita udah berjalan sejauh ini,tinggal sedikit lagi kita berusaha,kamu
bilang kamu sayang sama aku?”
“Kita bersama sejauh
ini saja sudah cukup.”ucapku pelan
“Gag! Buatku ini bukan
apa-apa,aku gag mau kehilangan kamu lagi Ren.”
“Pada suatu saat kita
akan bersama lagi,tapi tidak sekarang,Jalan Allah belum mengarahkan kita buat
bersama.Orang tuamu lebih berharga Rik....”
“Tapi mereka tidak mau
mengerti perasaanku,bagaimana aku harus menganggap mereka berharga Ren? Mereka
selalu memaksakan kehendak,mereka fikir semua itu akan menjadikan aku lebih
baik,tapi tidak Ren! Aku sudah cukup menderita selama ini.Sejak kecil orang
tuaku sibuk dengan pekerjaan mereka,hanya uang yang mereka utamakan.Sedangkan
aku? Aku hanya sebagai hiasan dirumah,aku frustasi dan hidupku rusak! Dan
ketika aku bertemu kamu,semuanya berubah.Aku seperti menemukan hidupku yang
baru,dan kini ketika aku dewasa orang tuaku memaksaku macam-macam dan aku
disuruh menuruti mereka? Hah enak sekali mereka merawatku saja tidak sekarang
mau memperlakukan aku seenaknya!”
“Tapi suatu saat mereka
pasti akan sadar,jika kamu berlaku baik dan menuruti semua
keinginannya....percaya sama aku.Sekarang kamu pulang dan bilang pada orang
tuamu bahwa kamu bersedia ninggalin aku dan pergi ke luar negeri.”
“Kamu gila ya! Kalau
kamu emang gag suka kehadiran aku,aku akan pergi,dan karena aku sayang sama
kamu aku akan turuti semuanya biar kamu puas dan aku makin terpuruk!”ucap Riko
sambil meninggalkan aku.
Meskipun sakit hati tapi aku merasa jauh lebih
baik jika tidak memaksakan perasaanku,setelah kejadian itu Riko tak pernah
terlihat lagi,terakhir aku dengar kabar bahwa ia pergi ke Belanda.Sampai aku
lulus kuliah pun Riko tidak terlihat.Sekarang aku sudah bekerja,aku mendirikan
usaha batik di Malioboro dan hasilnya lumayan,hidup keluargaku lebih baik.Aku
kini telah membuktikan bahwa aku bisa lupain kamu,aku bisa lepasin kamu,aku
bisa hidup tanpa kamu dan tanpa kata
kamu....kamu....kamu lagi,RIKO!!!
_END_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar