Manusia tidak pernah puas dalam
kehidupannya, selalu menginginkan lebih dan lebih dalam segala hal. Namun,
begitulah sifat manusia “tidak pernah puas”. Sahabat pernah gak ngerasain dalam
pencapaian hidupnya gak pernah puas dan selalu merasa ingin lebih dan lebih.
Terkadang kita menginginkan sesuatu yang kita sendiri tidak bisa memenuhinya.
Keinginan kita kadang setinggi langit, tapi kita tidak menyadari posisi kita
ada di tanah dan kita tidak memiliki kemampuan untuk sampai ke langit. Meskipun
begitu terkadang usaha yang begitu gigih akan bisa membantu kita mencapai apa
yang kita inginkan. Apa yang kita inginkan terkadang bukanlah apa yang kita
butuhkan, kita semata-mata hanya mengikuti nafsu. Manusia sadar bahwa dirinya
makhluk yang tidak pernah merasa puas tapi dirinya sendiri juga terkadang belum
bisa mengontrol nafsunya.
Aku sendiri sering mengalami hal-hal
tersebut, misalnya saja aku menginginkan sebuah handphone, ketika aku sudah
membelinya sesuai dengan keinginan beberapa bulan kemudian muncul handphone
yang lebih bagus dan lebih canggih, aku pun merasa menginginkan handphone
tersebut, terus menerus seperti itu, rasanya keinginanku tidak ada habisnya.
Tidak hanya handphone, semua orang pasti pernah menginginkan sesuatu tapi
ketika barang tersebut muncul dalam versi baru pasti mereka berkeinginan untuk
membelinya. Mayoritas orang memang seperti itu, meskipun ada sebagian orang
yang bisa mengontrol keinginannya dengan baik.
“Keinginan manusia itu tidak ada
habisnya jika terus dituruti”, aku sering sekali mendengar kata-kata itu dan
menurutku ada benarnya juga, keinginan kita memang tidak ada habisnya, ingin ini
dan itu banyak sekali, hehe
Menurut pandanganku sih gak apa-apa
kita menginginkan sesuatu asal jangan berlebihan, aku sendiri juga terkadang
masih seperti itu, belum puas dengan hanya satu hal, hehe. Tapi aku masih heran
juga sih kenapa kita gak pernah merasa puas, apakah memang manusia seperti itu
dan akan terus seperti itu? Entahlah, aku juga gak tahu :)
#30HariMenulis#Day20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar