Pacar
atau bisa disebut kekasih atau pasangan atau soulmate, aduh banyak
banget ya persamaannya. “Apa sih pacaran? Gimana sih pacaran itu?” Kadang
sahabat suka bertanya-tanya seperti itu gak? Kalau aku sering banget
bertanya-tanya pada diri sendiri seperti itu, tapi masih tetap bingung dan
belum menemukan jawaban yang tepat. Sedangkan menurut pandanganku kalau melihat
dari lingkungan, orang yang berpacaran itu pasti terdiri dari seorang cewek dan
seorang cowok, jelas dong. Kalau terdiri dari dua orang cewek dan satu orang
cowok namanya cinta segitiga #wkwk.
“Pacaran itu ngapain aja sih?” kalau
sama pertanyaan itu juga aku bingung jawabnya, soalnya meskipun aku sudah
pernah pacaran tetap saja gak ngerti apa sebenarnya yang dilakukan dan
dihasilkan dari sebuah hubungan yang dinamakan “pacaran”. Model pacaran antara orang yang satu dengan
yang lain itu berbeda-beda, fleksibel aja sih menurutku.
Selain itu, dalam sebuah hubungan
atau pacaran itu gak selamanya lancar jaya bahkan mulus kaya jalan tol,
terkadang ada kerikil-kerikil kecil yang mewarnai langkah hubungan tersebut,
kadang ada cekcok, cemburu, bahkan perselingkuhan, semua itu adalah bagian dari
sebuah hubungan dua sejoli, sperti menurut banyak orang pacaran itu gak akan
menarik tanpa adanya cemburu dan permasalahan lainnya atau bisa diibaratkan
sebuah masakan itu tak akan sedap tanpa bumbu-bumbu yang yang menyertainya,
agar rasa masakan lebih nikmat.
Banyak permasalahan dari pacaran ini
yang bisa menimbulkan kegalauan, sebenarnya tingkat kegalauan pada seseorang
itu sih bergantung dengan bagaimana cara orang tersebut menyikapinya, semua
permasalahan itu ada solusi atau jalan keluar, gak mungkin buntu. Dalam
mengahadapi permasalahan dalam sebuah hubungan atau pacaran itu sendiri,
agaknya kita harus menggunakan pikiran yang jernih, hati yang lapang, dan yang
pasti tidak terburu-buru mengambil keputusan dalam kondisi emosi yang sedang
memuncak. Apabila kita tergesa-gesa dalam mengambil keputusan ditambah dalam
keadaan emosi, bukan jalan keluar yang kita temukan, tapi justru menimbulkan
permasalahan baru.
Pacaran itu kan membicarakan antara
dua orang, bukan satu orang apalagi tiga orang, jadi setiap permasalahan yang
ada pemecahan masalahnya juga harus menguntungkan kedua belah pihak bukan hanya
satu pihak. Lain lagi ceritanya apabila sebuah hubungan itu sudah tidak bisa
lagi dipertahankan, putusnya sebuah hubungan itu bisa disebabkan oleh banyak
faktor, seperti ketidakcocokan, adanya pihak ketiga, perbedaan prinsip, ada
salah satu pihak yang sudah menyeleweng dari komitmen dan lain-lain. Semua
faktor tersebut bisa menyebabkan putusnya sebuah hubungan. Dilihat dari
bagaimana cara memutuskan hubungan yang baik sih sebenarnya gak ada ya putus
yang baik-baik, setiap putusnya hubungan pasti menyisakan luka bagi kedua
pihak, itu sudah pasti, sekalipun salah satu pihak memang sudah tidak merasakan
cinta atau sayang lagi. Bagaimanapun hubungan yang sudah berakhir menyisakan
kenangan dan luka. Zaman sekarang model
pacaran itu semakin praktis aja, kayak mie instan, pacaran nembak pake telpon
atau sms, putus pun cuma pake telpon pake sms, ya meskipun tidak semua, tapi
kebanyakan begitu, iya gak sahabat? Jujur aja deh? Hehe. Cara-cara seperti itu
menurut aku sih gak efektif ya, soalnya kita gak bisa lihat ekspresi pasangan
kita dan kerasanya tuh jadi gak bisa liat apakah dia serius atau enggak. Lebih
baik sih buat para sahabat yang mau mulai menjalin hubungan atau memutuskan
hubungan, sebaiknya pakailah komunikasi yang lebih efektif (#cieee
mentang-mentang anak komunikasi, wkwk), karena dengan bertatap muka secara
langsung dapat memudahkan kita memahami pembicaraan dan melihat ekspresi lawan
bicara kita serta menghindari adanya miss communication. Coba aja kalau
komunikasi lewat media komunikasi kayak lewat hape dengan cara sms atau telpon,
selain kita gak bisa liat ekspresi lawan bicara kita, kadang ada yang
menganggap cowok yang nembak atau mutusin ceweknya lewat hape tuh gak keren,
cemen, pengecut dan lain-lain, gak mau kan sahabat dikatain begitu? Jadi mulai
sekarang jadilah pemberani, khususnya buat cowok tuh biar terlihat keren
dihadapan cewek, karena cewek itu suka cowok yang pemberani gak malu-malu
kucing apalagi malu-maluin, hehehe.
Mungkin itu aja sih yang bisa aku
share tentang pacaran atau sebuah hubungan, intinya kita itu dalam berpacaran
harus tahu diri, tahu batas-batas norma, dan yang pasti pacaran itu kan sebuah
hubungan yang diawali dengan baik-baik ya...sudah sepantasnya juga diakhiri
dengan cara baik-baik pula, walaupun terkadang akhir cerita yang ada bukan
happy ending tapi sad ending. Sahabat, hidup kita itu bukan seperti di ftv,
novel, apalagi sinetron. Hidup kita itu ya seperti apa yang kita jalani saat
ini, jangan harap kayak di dongeng-dongeng selalu diakhiri dengan happy ending ditambah
“forever” lagi, karena dalam kehidupan itu selalu ada problem yang selalu
menyertai, tetap tenang dalam mengahadapi masalah ya guys :)
#30Harimenulis #Day 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar